Cara belajar anak penyandang tuna rungu berbeda dengan cara belajar anak normal pada umumnya. Pemahaman bahasa dan pembendaharaan kata tidak dapat dijelaskan dan ditangkap melalui indera pendengaran karena tergangunya fungsi pendengaran yang dialami olen tuna rungu. Salah satu cara pembelajran yang dapat dimaksimalkan pada anak tuna rungu adalah melalui indera pengelihatan. indera pengelihatan sebagai alat bantu untuk merangsang informasi bahasa dan penggunaan bahasa isyarat sebagai cara melatih komunikasi berbahasa bagi tunarungu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran bahasa isyarat bagi anak tuna rungu, untuk mengetahui kelayakan dari media pembelajaran dan untuk meningkatkan kemampaun berbahasa bagi anak tunarungu. Penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (RnD) dengnan model ADDIE (Analysis, Decide, Design, Implementasi dan Evaluasi). Hasil dari penelitan ini adalah menghasilkan media pembelajaran bahasa isyarat bagi anak tunarungu.
Copyrights © 2019