Di tengah laju pandemi yang masih terus bertambah, pemerintah secara serta merta kini mulai menyerukan kebijakan pembatasan sosial untuk menanggulangi penularan. Hal ini tentu menjadi kendala dalam pendampingan kesehatan yang sebelumnya mengandalkan tatap muka yang memerlukan mobilitas yang cukup tinggi, untuk menjalin komunikasi intensive, untuk memastikan ODHA dan penderita penyakit lainya tetap patuh terhadap aturan kesehatan. PKBI Kota Semarang telah mengupayakan strategi baru, agar pendampingan kesehatan terutama pencegahan HIV Aids tetap berjalan dengan hasil maksimal. Diantara strategi yang telah dijalankan adalah Virtual Outreach atau dikenal dengan nama VO. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk dapat melihat seberapa efektif adaptasi model pendampingan yang telah dilakukan. VO yang telah dijalankan PKBI Kota semarang menunjukan adanya peningkatan dibanding dengan metode tatap muka (TM). Hal itu menunjukan bahwa model adaptasi pendampingan kesehatan melalui metode Virtual yaitu VO cukup efektif untuk dijalankan.
Copyrights © 2020