Hadist merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an dan menjadi landasan utama bagi umat Islam untuk melakukan suatu perbuatan. Untuk itu wajar sekiranya hadist terus menjadi kajian aktual dan menjadi studi yang menarik dari berbagai aspeknya, di antaranya adalah aspek pendidikan. Tentunya, dalam aspek pendidikan juga banyak hal yang dapat dieksplorasi. Salah satunya adalah nilai-nilai pendidikan demokratis dalam hadist tersebut. Setelah mengadakan penelusuran dan analisis terhadap beberapa hadist Nabi SAW, dapat dipahami bahwa pendidikan demokratis yang direfleksikan oleh Nabi SAW adalah model pendidikan yang memang didasari oleh penghargaan yang tinggi kepada hak-hak manusia itu sendiri. Prinsip tauhid menjadi faktor penting dalam hal ini untuk membangun sikap beliau yang demokratis. Beliau mampu mengekspresikan sifat-sifat humanisme apa adanya berdasarkan asas persamaan hak, adil, toleransi, menghormati, menolong orang lain, sehingga tidak pernah dirasakan bertentangan dengan ideologi dan filsafat apapun.
Copyrights © 2013