Supervisi pendidikan adalah aktivitas akademik berupa pembinaan dan pengembangan yang dilakukan oleh orang yang memiliki pengetahuan lebih tinggi, bertujuan untuk meningkatkan mutu guru dalam proses kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kemampuan kepala sekolah dalam menyusun program supervisi, 2) pelaksanaan dan 3) evaluasi dalam supervisi, 4) hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi pada guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kepala sekolah mampu dalam menyusun program supervisi berdasarkan KTSP dengan berpedoman pada BSNP. 2) Pelaksanaan supervisi diawali dengan menyiapkan instrumen supervisi dan mensosialisasikan kegiatannya. Kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi pendidikan melibatkan wakil kepala sekolah dan guru senior sebagai supervisor. 3) Evaluasi yang dilakukan dalam pelaksanaan supervisi yaitu dengan mengukur dan membandingkan instrumen supervisi seperti desain silabus dan RPP, metode pembelajaran dan penilaian. 4) Hambatan-hambatan yang terjadi adalah spesialisasi supervisor tidak sama dengan guru yang di supervisi, sehingga hasil dari pelaksanaan supervisi tidak tercapai seperti yang diharapkan, serta pelaksanaan supervisi belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan program yang telah disusun, baik dari segi jumlah kunjungan, maupun jadwal yang telah ditentukan.
Copyrights © 2014