Cyberloafing adalah perilaku karyawan yang menggunakan internet perusahaan atau pribadi untuk tujuan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan dan dilakukan pada jam operasional kantor. Mengkaji perilaku cyberloafing di perusahaan, institusi atau organisasi menjadi penting untuk meminimalkan atau bahkan menghilangkan faktor-faktor yang menyebabkan perilaku cyberloafing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiric pengaruh psychological capital dan adversity quotient terhadap perilaku cyberloafing. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai di Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia sejumlah 150 orang. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh temian-temuan sebagai berikut: (1)secara bersamaan psychological capital dan adversity quotient berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku cyberloafing, (2) psychological capital secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku cyberloafing, (3) adversity quotient secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku cyberloafing
Copyrights © 2019