Teori orientasi-pembaca menekankan pada peran pembaca. Pembacalah sebetulnya yang menghidupkan teks sastra itu. Pada saat pembaca berinteraksi dengan teks pembaca membawa serta apa yang ada di kepalanya; pengalamannya, perasaannya, harapannya, identitasnya. Atas dasar inilah prinsip teori ini berkisar teks, pembaca, transaksi, konstruksi, proses baca, konstruksi sosial, komunitas interpretasi. Selanjutnya, teori orientasi pembaca tersebut menjadi landasan menganalisis cerpen “Umi Kulsum”.
Copyrights © 2012