Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MODEL DISKOVERI DALAM PEMBELAJARAN TEKS CERITA PENDEK DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN APLIKASI BELAJAR SECARA DARING (QUIPPER SCHOOL) PADA SISWA KELAS lX SMP NEGERI l WERU KABUPATEN CIREBON Erni Erni; Abdul Rozak; Dede Endang Mascita
Jurnal Tuturan VOL 10, NO 2 (2021): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) desain model diskoveri dalam pembelajaran teks cerpen dengan menggunakan layanan aplikasi belajar secara daring (Quipper School) di kelas IX SMP dan 2) proses model diskoveri dalam pembelajaran teks cerpen dengan menggunakan layanan aplikasi belajar secara daring (Quipper School) di kelas IX SMP serta 3) hasil model diskoveri dalam pembelajaran teks cerita pendek dengan menggunakan layanan aplikasi belajar secara daring (Quipper School) di kelas IX SMP. Tempat penelitian di SMP Negeri I Weru Kabupaten Cirebon. Sampel penelitian ini kelas IX-D dan IX-E dengan jumlah siswa 32 orang tiap kelas. Penelitian di Kelas IX-D menggunakan pembelajaran secara daring dengan aplikasi Whatsapp sebagai kelas kontrol sedangkan kelas IX-E menggunakan aplikasi Quipper School sebagai kelas eksperimen sedangkan teknik pengambilan data menggunakan instrumen-instrumen yang berupa soal tes awal (pretest) maupun tes akhir (postest) serta menggunakan instrumen nontes yang berupa data observasi dan angket. Data-data yang diperoleh dari hasil tes dan observasi serta angket dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis kemudian dilakukan pengolahan data yang diperoleh dari hasil tes (pretest) dan (postest) serta instrumen observasi serta angket menunjukkan bahwa model diskoveri pada pembelajaran teks cerita pendek dengan menggunakan layanan belajar secara daring (Quipper School) memperoleh nilai rata-rata lebih tinggi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model diskoveri telah mampu meningkatkan hasil proses belajar peserta didik yang lebih baik.
PEMBELAJARAN TEKS CERITA INSPIRATIF MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM: MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP TEKS CERITA INSPIRATIF Sri Rahayu; Abdul Rozak; Dede Endang Mascita
Jurnal Tuturan Vol 9, No 2 (2020): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jt.v9i2.5135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses, aktivitas, dan efektivitas pembelajaran menggunakan media kelas google, materi teks cerita inspiratif pada siswa SMP Negeri 1 Kasokandel Kabupaten Majalengka. Pembelajaran teks disampaikan dengan media pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran era abad 21 dan sesuai dengan revolusi industri 4.0 yang berbasis teknologi digita. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen nonequivalent control group design. Hasil penelitian adalah meningkatnya kompetensi pengetahuan dan keterampilan siswa terhadap materi teks cerita inspiratif. Jadi,media kelas google efektif digunakan dalam pembelajaran teks cerita inspiratif.
PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE KEPALA BERNOMOR TERSTRUKTUR DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA CERITA ANAK PADA SISWA SD TAHUN PELAJARAN 2014/2015 - Kaerudin; Abdul Rozak
Jurnal Tuturan Vol 8, No 1 (2019): TUTURAN JURNAL PEDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.527 KB) | DOI: 10.33603/jt.v8i1.2681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran membaca cerita anak dengan model kooperatif tipe kepala bernomor terstruktur, mendeskripsikan efektivitas penggunaan model kepala bernomor terstruktur, dan mendeskripsikan profil kemampuan membaca cerita anak siswa kelas V Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Pemecahan masalahnya dengan mengujicobakan model kooperatif tipe kepala bernomor terstruktur. Melalui model kooperatif tipe kepala bernnomor terstruktur, siswa diarahkan dapat belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif sehingga dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam belajar. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri se-Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, sedangkan sampel yang ditetapkan yaitu untuk Gugus Dewi Sartika yaitu SDN 1 Weru Kidul, Gugus Jendral Sudirman yaitu SDN 2 Setu Kulon. Kedua sekolah tersebut dijadikan kelas eksperimen. Selanjutnya, Gugus Mohamad Hatta yaitu SDN 1 Kertasari dan Gugus Mohamad Toha yaitu SDN 3 Tegalwangi sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas siswa dan guru, serta tes kemampuan membaca cerita anak. Data yang dikumpulkan meliputi data aktivitas siswa dan guru, serta data kemampuan siswa dalam membaca cerita anak. Hasil penelitian tentang pembelajaran membaca cerita anak dengan model kooperatif tipe kepala bernomor terstruktur sebagai berikut. Proses pembelajaran membaca cerita anak menggunakan model kooperatif tipe kepala bernomor terstruktur mampu meningkatkan kemampuan memahami isi cerita dan aktivitas siswa dalam belajar. Dengan demikian, model kooperatif tipe kepala bernomor terstruktur efektif digunakan dalam pembelajaran membaca cerita anak di Kelas V SD se-Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon Tahun Pelajaran 2014/2015. Profil kemampuan membaca cerita anak di Kelas V SD se-Kecamatan Weru hampir sama yaitu siswa sudah baik dalam menentukan tokoh, karakter tokoh, dan latar. Untuk menentukan tema dan amanat perlu ditingkatkan lagi.
ANALISIS SEMIOTIK DAN NILAI MORAL DALAM KUMPULAN PUISI JALAN HATI JALAN SAMUDERA KARYA D.ZAWAWI IMRON DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS PUISI DI SMA Liris Sandika Merliana; Abdul Rozak; Jaja Wilsa
Jurnal Tuturan Vol 9, No 2 (2020): TUTURAN JURNAL PENDIDIKAN, BAHASA DAN SASTRA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jt.v9i2.5133

Abstract

Zawawi Imron. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif hermeneutis. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimanakah struktur puisi yang meliputi imaji, simbol, kata konkret,? 2. Aspek semiotik apa yang terdapat dalam kumpulan pusis jalan hati jalan samudera karya D. Zawawi Imron? 3. Nilai moral apa yang terdapat dalam kumpulan puisi jalan hati jalan samudera karya D. Zawawi Imron? 4. Bagaimana rancangan teks puisi dalam kumpulan puisi Jalan Hati Jalan Samudera Karya D.Zawawi Imron dengan memanfaatkan hasil analisis diatas?Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik struktural puisi-puisi karya D. Zawawi Imron ditandai (1) diksinya meliputi penggunaan kata-kata konkret dan konotatif terkait lingkungan alam, sosial, dan spiritual (2) majas terbanyak metafora, diikuti personifiasi, dan sedikit simile; (3) dengan gaya bahasa deskriptif, parafrastis,paradoks, simbolik, klimaks dan ironi; dan (4) citraan taktil, visual, dinamik, dan auditif. Diksi berkontribusi terhadap penciptaan majas dan gaya bahasa dan keduanya menyumbang terciptanya citraan. Karakteristik semiotiknya berkaitan dengan kenyataan empirik sebagai berikut: (1) sebagian besar teks puisi merupakan indeks, (2) sebagian kecil teks puisi merupakan ikon, dan (3) tidak terdapat teks puisi merupakan simbol. Pada hubungan judul dan isi teks: judul sebagai indeks dan sebagai ikon bagi isi teks,sedangkan simbol hanya berwujud kata/frase metaforik.
ANALISIS CERPEN BERDASARKAN PENDEKATAN ORIENTASI PEMBACA Abdul Rozak
Jurnal Tuturan Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.026 KB) | DOI: 10.33603/jt.v1i2.1094

Abstract

Teori orientasi-pembaca menekankan pada peran pembaca. Pembacalah  sebetulnya yang menghidupkan teks sastra itu. Pada saat pembaca berinteraksi dengan teks pembaca membawa serta apa yang ada di kepalanya; pengalamannya, perasaannya, harapannya, identitasnya. Atas dasar inilah prinsip teori ini berkisar teks, pembaca, transaksi, konstruksi, proses baca, konstruksi sosial, komunitas interpretasi. Selanjutnya, teori orientasi pembaca tersebut menjadi landasan menganalisis cerpen “Umi Kulsum”.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KONSEP BERORIENTASI PADA KECERDASAN LINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI DI SMP/MTS Abdul Rozak; Tarsono Tarsono
Jurnal Tuturan Vol 7, No 1 (2018): TUTURAN Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.522 KB) | DOI: 10.33603/jt.v7i1.1697

Abstract

Penelitian ini mengenai pengembangan model pencapaian konsep berorientasi pada kecerdasan linguistik dalam pembelajaran teks eksposisi di SMP/MTs. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancangan model pencapaian konsep berorientasi pada kecerdasan linguistik dalam pembelajaran teks eksposisi di SMP/MTs, mendeskripsikan implementasi model pencapaian konsep berorientasi pada kecerdasan linguistik dalam pembelajaran teks eksposisi di SMP/MTs, mendeskripsikan profil kemampuan menulis teks eksposisi siswa, dan mendeskripsikan  efektivitas model pencapaian konsep berorientasi pada kecerdasan linguistik dalam pembelajaran teks eksposisi di SMP/MTs. Pengembangan dilakukan melalui studi pendahuluan (studi kepustakaan, survai lapangan, dan penyusunan produk awal), pengembangan model (analisis, desain, pengembangan, implementasi, penilaian), dan uji coba model kepada kelas eksperimen. Produk penelitian ini berupa rancangan model pencapaian konsep berorientasi pada kecerdasan linguistik. Produk divalidasi ahli model pembelajaran serta diuji terbatas pada siswa kelas VIII MTs Negeri Widasari Indramayu. Pengembangan model pembelajaran pencapaian konsep berorientasi pada kecerdasan linguistik dalam pembelajaran menulis teks eksposisi, didasarkan pada kajian yuridis, kajian empiris dan kajian teoretis. Sintaks dari model ini terdiri dari 5 tahap, yaitu : (1) strategi diskusi (memahami teks eksposisi); (2) penyajian data dan identifikasi konsep; (3) pengujian pencapaian konsep; (4) strategi wawancara, menulis informasi, mengunjungi perpustakaan dan internet, serta menulis laporan (menulis teks eksposisi); dan (5) analisis strategi-strategi berpikir.  Uji coba pada  siswa dengan model pencapaian konsep berorientasi pada kecerdasan linguistik dalam pembelajaran teks eksposisi membuktikan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan  efektif digunakan dalam pembelajaran teks eksposisi.
PENGARUH MODEL INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI KELAS V SD DI KECAMATAN KEJAKSAN KOTA CIREBON TAHUN PELAJARAN 2013-2014 Abdul Rozak; Mintarsih Danumihardja; - Sariah
Jurnal Tuturan Vol 3, No 2 (2014): TUTURAN Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.892 KB) | DOI: 10.33603/jt.v3i2.816

Abstract

The background of this research is the difficulties of the students in expressing ideas in writing. Research design uses pre-test and post-test control group design, with random sampling. Subject is the class V students of elementary school in Kejaksan Cirebon, object is the ability in writing narrative essay. The number of sample is 72 students. Experiments class is class V students of SDN Kebon Baru I and class control is SDN Kebon Melati II. Instrument of this research is test and observation. Result data of the research is analyzed by using SPSS V. 17.Conclusion (1) learning  process through group investigation model is better  than conventional model based on the increase of pre-test result 63,00 to become 80,39 (2) the activity of experiment class is getting better with the acquisition 97,23 % than the class control 69,45 (3) based on testing group investigation model has p-Value number 0,000. Value 0,000 < level of significant 0,05, and t table (1,70) < t hitung (6,102) means. Ha is accepted and Ho is rejected, it means there is an effect to the group investigation model to the ability of writing narrative essay of class V students.
KEEFEKTIFAN MODEL DISCOVERY YANG DIKEMBANGAKN DENGAN BANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1INDRAMAYU Pandi Sudarsono; Abdul Rozak; Indro Nugroho
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 5: Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i5.935

Abstract

The latest curriculum in 2013 which began to be applied in high school / vocational school in Indonesian language logic also caused changes in the process and student learning outcomes so it is necessary to conduct research on the learning process of students with the 2013 curriculum in Indonesian subjects in class X high school. The objectives of this study are (1) to describe the implementation of Discovery learning model developed with the help of audio visual media in exposition text learning in Indonesian subjects in class X SMA, (2) Analyze the effectiveness of exposition text learning through the Discovery model developed with the help of audio visual media in grade X high school students, (3) Describe students' responses to the learning of the Discovery model developed with the help of audio visual in the learning of exposition text Indonesian subjects in class X high school. This research was a development research up to the third stage. The research subjects were taken with a purposive technique set as many as 61 people, namely 1 Indonesian language teacher, and 60 X grade students of SMA 1 Indramayu. Data collection techniques using questionnaires, tests (assessment), observation, and documentation. The data analysis technique used is descriptive analysis and mean different test. The results of this study concluded that (1) the implementation of learning through discovery models developed with audio visual media on exposition text material amounted to 92.5%. The assessment of devices in the discovery model developed with audio visual media media exposition text material in the RPP is valid with a percentage of 75% and 80.77% expert validation is valid, (2) learning devices in the discovery model developed with audio visual media media exposition text material is effective as evidenced by the difference in the average value of exposition writing works between the experimental and control classes where the average value of the experimental class writing works is higher than the control class, (3) students' responses to learning through the Discovery model developed with the help audio visual exposition text material Indonesian subjects in class X high school included in the excellent category.
Students attitudes and behaviors in collaborative writing: A case in an Indonesian secondary school Enur Nuraeni Rimayah; Abdul Rozak; Dede Endang Mascita
Research And Innovation In Language Learning (RILL) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Djati Cirebon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/rill.v4i1.4515

Abstract

This study is aimed at describing secondary school students attitudes and behaviors in collaboratively writing short story. Collaborative writing is used to identify indicators of collaborative activities. Designing a case study, one class of private secondary school that joined writing class participated in this study. Classroom observation and interview were employed to gather the data. The findings suggest that collaborative writing is conducted in five ways: active participation, productive collaboration, flexible and compromised works, good writing management, and respectful works. This research has implication in classroom writing to be promoted in the secondary school in Indonesia
Pengembangan Bahan Ajar Digital Teks Cerita Fantasi Bermuatan Karakter bagi Siswa Kelas VII Smp Iis Jubaedah; Abdul Rozak; Yusida Gloriani
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 1 (2023): January 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i1.2847

Abstract

Abstract: The background in this research is because of the importance of instilling character education in learning and the use of digital teaching materials that are still rarely used. There is no alternative media for textbooks as a learning resource for students to learn Indonesian, especially fantasy story text material. This study aims to explain the development of digital fantasy story text teaching materials that include character values in learning fantasy story texts for seventh grade junior high school students. This type of research uses the ADDIE development method which consists of five stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of this study were seventh grade students of SMP Negeri 1 Jalaksana and SMP Islam Terpadu Al-Multazam 2. The results obtained from the analysis of the average teacher needs of 92% strongly agreed about the need for digital teaching materials to instill character values through story text learning. fantasy and 100% requires digital media materials in learning Indonesian, especially fantasy story texts. Analysis of student needs 87% of students said they wanted media containing images, animation, video, and sound and 81% of students agreed when studying in the laboratory using a laptop/computer with digital learning media. For the feasibility of digital teaching materials, the material expert score is 2900 points, media expert is 2640 points, graphic design expert is 1800, practitioners are 2340 points, the Indonesian language teacher response test is 30620 points with a total overall score of three experts and practitioners getting 40300 points, with a percentage score of 86.11 included in the very good criteria. These results indicate that the learning media for developing digital teaching materials for fantasy story texts containing character education for class VII is in the "Very Good" category or is suitable for use without revision. Digital teaching materials for fantasy story texts have character education values that have met the requirements of discipline, polite, religious, independent, environmental care, social care, responsibility, and honesty.  Keywords: Teaching materials, Digital, fantasy stories, character education  Abstrak: Latar belakang dalam penelitian ini adalah karena pentingnya menanamkan pendidikan karakter dalam pembelajaran dan penggunaan bahan ajar digital yang masih jarang digunakan. Belum ada media alternatif buku teks sebagai sumber belajar bagi siswa untuk belajar bahasa Indonesia, khususnya materi teks cerita fantasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengembangan bahan ajar teks cerita fantasi digital yang memasukkan nilai karakter dalam pembelajaran teks cerita fantasi siswa kelas VII SMP. Jenis penelitian ini menggunakan metode pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Jalaksana dan SMP Islam Terpadu Al-Multazam 2. Hasil penelitian diperoleh dari analisis kebutuhan rata-rata guru sebesar 92% sangat setuju mengenai kebutuhan bahan pengajaran digital untuk menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran teks cerita fantasi dan 100% memerlukan bahan media digital dalam pembelajaran bahasa Indonesia  khususnya teks cerita fantasi. Analisis kebutuhan siswa 87% siswa mengatakan menginginkan media yang berisi gambar, animasi, video, dan suara dan 81% siswa menyatakan setuju apabila belajar di laboratorium dengan  menggunakan laptop/komputer dengan media pembelajaran  digital. Untuk kelayakan bahan ajar digital diperoleh skor ahli materi sebesar 2900 poin, ahli media sebesar 2640 poin, ahli desain grafis sebesar 1800, praktisi sebesar 2340 poin, uji respon guru bahasa Indonesia sebesar 30620 poin dengan total skor keseluruhan dari tiga ahli dan praktisi  memperoleh sebesar 40300 poin, dengan presentase skor 86,11 termasuk ke dalam kriteria sangat baik. Hasil tersebut menunjukan bahwa media pembelajaran pengembangan bahan ajar digital teks cerita fantasi bermuatan pendidikan karakter bagi kelas VII berada pada kategori “Sangat Baik”  atau layak digunakan tanpa revisi. Bahan ajar digital teks cerita fantasi memiliki muatan nilai pendidikan karakter sudah memenuhi yaitu disiplin, santun, religius, mandiri, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab, dan kejujuran Kata Kunci: Bahan ajar, Digital, Cerita fantasi, Pendidikan karakter