Abstrak: Pendekatan strukturalisme dimungkinkan dapat mengetahui secara mendalam akar budaya yang di ekspresikan pertunjukan dalam masyarakat tertentu. Karena pendekatan ini sangat populer di gunakan oleh Claude Levi-Strauss untuk menganalisis mitos, dalam hal ini seni pertunjukan mempunyai unsur mitologinya. Pendekatan ini menekankan bagaimana pola pikir dari masyarakat pemangku pertunjukan, bahkan lebih mendalam pola pikir tersebut akan melahirkan sejumlah relasi yang sistemik dari ketidak sadaran tindakan. Tingkah laku, dan putusan-putusannya dalam wujud sajian pertunjukan. Relasi sistemik ini kemudian disebut sebagai “strukturâ€, struktur inilah yang membimbing berbagai pola yang diekspresikan dalam pertunjukannya. Pendekatan ini menggunakan sistem analisis hermeneutik. Diharapkan mampu mengungkap adanya tanda-tanda yang tampak pada penyajian pertunjukan. Dalam konteks ini pertunjukan dipandang sebagai “teksâ€, sementara pemahaman yang diungkap adalah aspek “kontestualnyaâ€, yaitu budaya setempat yang memberikan semangat pada pertunjukan, dalam hal ini adalah seni pertunjukan. Kata kunci: strukturalisme, seni pertunjukan, pertunjukan tradisional, metodologi.
Copyrights © 2004