Indonesia merupakan negara dengan pasien TB terbanyak ke-5 di duniasetelah India, Cina, Afrika Selatan, dan Nigeria (WHO, 2009). Diperkirakanjumlah pasien TB di Indonesia sekitar 5,8% dari total jumlah pasien TB didunia.Untuk dapat menanggulangi TB secara efektif diperlukan pengetahuan dan sikapyang baik tentang TB. Telah dilakukan penelitian tentang pengetahuan dan sikapmahasiswa S-1 Farmasi Universitas Surabaya dalam upaya pencegahantuberkulosis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode crosssectional pada 100 mahasiswa S-1 Farmasi yang dikelompokkan secaraproporsional berdasarkan angkatan. Instrumen penelitian yang digunakan adalahkuesioner yang terbagi atas 2 aspek, yaitu pengetahuan mengenai tuberkulosis dansikap terhadap upaya pencegahan tuberkulosis. Dari penelitian ini diperolehsebanyak hasil 44% mahasiswa S-1 Farmasi telah memiliki pengetahuan yangtinggi dan 56% memiliki pengetahuan rendah tentang TB. Tidak ditemukanadanya perbedaan yang bermakna pada tingkat pengetahuan yang dimiliki olehkelompok responden berdasarkan angkatan. Pada aspek sikap, mayoritasresponden sudah menunjukkan sikap positif tentang TB dan upaya pencegahannyaantara lain: orang yang rentan terinfeksi TB adalah anggota keluarga pasien danpenderita HIV, tes diagnostik utama untuk memastikan kasus TB adalah tessputum BTA, dan cara yang paling efektif untuk mencegah tertular TB adalahdengan menutup mulut dan hidung sewaktu batuk atau bersin, serta melakukanimunisasi BCG.
Copyrights © 2014