Individu yang memiliki istri menderita kanker akan mengalami beberapaperubahan di dalam kehidupan perkawinan. Pengobatan kanker akan membuatpasiennya harus beristirahat total dan tidak mampu melakukan kegiatan sehari-harisehingga membutuhkan bantuan dan perhatian. Suami pun harus berperan sebagaicaregiver yang membantu secara fisik dan psikis. Adanya perbedaan peran,keadaan keuangan, kehidupan seksual sebelum dan sesudah pasangan didiagnosakanker membuat peneliti ingin melihat bagaimana kepuasan perkawinan suamiyang menjadi caregiver dari istri yang menderita kanker. Tujuan penelitian iniadalah untuk menggambarkan kepuasan perkawinan suami yang istrinya menderiakanker. Subjek penelitian ini adalah suami yang istrinya menderita kanker dengan jeniskanker apa pun, dan berdomisili di Surabaya. Peneliti menggunakan teknik snowballsampling, dengan jumlah sampel 20 orang. Penelitian ini menggunakan angket dariFowers dan Olson yang bernama ENRICH Marital Satisfaction Scale. Pada penelitianini ditemukan bahwa 11 subjek (55%) memiliki kepuasan perkawinan yang sangattinggi dan tidak ada suami yang memiliki tingkat kepuasan perkawinan sangat rendah.Tingginya kepuasan perkawinan subjek yang 80% berada pada tahap dewasa madyasangat dipengaruhi oleh aspek peran yang setara, orientasi religius, dan penyelesaianmasalah. Faktor yang turut berperan dalam tingginya kepuasan perkawinan subjekadalah dukungan sosial dan faktor demografis, seperti tingkat pendidikan suami danistri, usia suami dan istri, dan tahap perkawinan.
Copyrights © 2014