Pemilu di Indonesia selalu diwarnai oleh pemilih yang tidak memberikatsuaranya atau disebut juga golput (golongan putih). Meningkatnya angka golput daritahun ke tahun dikarenakan adanya beberapa alasan (administratif, teknis dan politis).Alasan politis menjadi alasan yang mendominasi pada pemilih. Dalam penelitianMullaithan dan Washington (2007) disebutkan bahwa disonansi kognitif dalammemprediksi perilaku memilih warga terhadap pemilu. Disonansi kognitif adalahkeadaan dimana seseorang merasakan adanya kejanggalan antara dua atau lebih hal didalam kognisinya sehingga menimbulkan dorongan untuk meredam kejanggalantersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah 300 mahasiswa dari 6 universitas diSurabaya yang diambil dengan teknik accidental purposive sampling. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat 4 kategori disonansi kognitif yaitu sangat rendah(N=27), rendah (N=177), sedang (N= 80) dan tinggi (N=16). Semakin tinggidisonansi kognitif maka semakin banyak hal yang dijadikan pertimbangan dalammemilih. Semakin rendah disonansi kognitif maka semakin sedikit hal yang dijadikanpertimbangan dalam memilih.
Copyrights © 2014