Penelitian ini membahas keyakinan seseorang apakah kecerdasan yang dimilikidapat berkembang (growth mindset) atau bersifat menetap (fixed mindset)(Dweck, 2007). Seseorang dengan growth mindset menganggap kesulitan yangdihadapi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kecerdasan/kemampuannya.Sebaliknya, seseorang dengan fixed mindset cenderung menganggap kesulitansebagai ancaman yang mungkin menunjukkan kelidakmampuan dirinya.Penelitian ini hendak melihat apakah keyakinan tentang kecerdasan terkait denganstrategi belajar yang diadopsi mahasiswa. serta apakah kaitan tersebut bergantungpada tingkat efikasi diri. Variabel efikasi diri secara teoritis menjadi moderatorhubungan antara fixed mindset dengan strategi belajar. Diprediksi bahwahubungan antara fixed mindset dengan strategi belajar akan menjadi lebih kuatbila seseorang sedang tidak percaya diri atau memiliki efikasi diri yang rendah.Sampel penelitian ini sebanyak 175 mahasiswa Fakultas Farmasi angkatan 2012dan 129 mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2012 pada Universitas Surabayayang merupakan mahasiswa baru yang akan menghadapi UTS pertama kali dibangku perkuliahan. Variabel keyakinan tentang kecerdasan diukur dengan skalaLikert yang diadaptasi dari Dweck (1995). Peneliti mengukur dua macam strategibelajar, yaitu deep strategy dan surface strategy. Kedua strategi ini diukur denganangket Study Process Questionnaire (SPQ) dari Biggs. Variabel efikasi diri diukurdengan cara angket yang berisi 1 butir yaitu "Secara realistis, berapa lP yang akananda peroleh untuk saat ini?".Pengujian korelasi dengan Pearson Product Moment menghasilkan niiai positifuntuk variabel fuxed mindset dengan strategi belajar baik deep (r= 0,194,p=0,001) maupun surface (r=0,185, p=0,001). Hal tersebut tidak sesuai denganteori pada penelitian sebelumnya yang seharusnya variabel fix mindset berkorelasinegatif dengan variabel deep strategy dan berkorelasi positif dengan variabelsurface strategy. Artinya, seseorang dengan fuxed mindset akan menggunakansurface strategy (Dweck, 1986). Untuk melihat apakah korelasi ini bergantungpada efikasi diri, sampel dikelompokkan menjadi dua kelompok efikasi diriberdasarkan skor efikasi diri. Tampak bahwa pada efikasi rendah, fixed mindsetberkorelasi positif dengan deep strategy (r=0,235, p=0,001) dan dengan surfacestrategy (r=0,252, p=0,001). Sedangkan pada efikasi tinggi, fixed mindset tidakberkorelasi dengan deep strategy ( r=0,138, p=0,140) maupun surface strategy(r=0,073,p=0,438)
Copyrights © 2014