Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi-informasi secara mendalam mengenai mekanisme terbentuknya dan kekhususan dari komunitas merekMercedes Benz Tiger Club Jawa Timur (MTC Jatim) serta menggunakan temuantemuanpenelitian dari Muniz dan OâGuinn (2001) sebagai panduan penelitian.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah ethnography yang menempatkanpeneliti sebagai bagian dari komunitas merek tersebut. Sebanyak sepuluh informanyang terdiri dari pengurus dan anggota aktif akan diwawancara. Setelah diperolehhasil wawancara kemudian dilakukan serangkaian proses untuk menetapkan kategorisentral (selective coding), diantaranya adalah transkrip wawancara, open coding, danaxial coding. Melalui penelitian ini, diketahui bahwa komunitas merek yang mulaidirintis sejak tahun 2003 dan disahkan pada tahun 2005 ini, consciousness of kindatau sense of belonging para anggotanya masih kurang, baik terhadap Tiger maupunkomunitas. Hal ini bisa diketahui dari perbandingan antara jumlah anggota yangterdaftar dengan jumlah anggota yang aktif mengikuti kegiatan-kegiatan komunitas.Kurang dari setengah jumlah total anggota terdaftar yang aktif mengikuti kegiatankegiatanyang diselenggarakan maupun diikuti oleh MTC Jatim. Selain itu, jugabanyak anggota yang tidak lagi memperpanjang keanggotaannya dengan alasan Tigerterjual. Jika benar-benar mencintai Tiger maupun MTC Jatim, anggota tersebut pastisegera mencari Tiger baru dan tidak sampai keluar dari MTC Jatim. Oleh karenaMTC Jatim pusat pembentukannya ada pada merek Mercedes Benz Tiger, makalemahnya consciousness of kind (sense of belonging) ini dapat diperkuat dengansering mengadakan touring, show, ataupun kegiatan lainnya yang bisa menumbuhkankebanggaan pemilik terhadap Tigernya. Consciousness of kind (sense of belonging)juga bisa diperkuat dengan menciptakan suasana internal yang nyaman, tidak ada gapatau kelompok, dan juga tidak ada yang bersikap seolah-olah dirinya adalah bos.Ragam usia dan latar belakang para anggota MTC Jatim sangat bervariasi, sehinggauntuk bisa "menyentuhâ hati seluruh anggotanya perlu pendekatan yang berbeda-beda.
Copyrights © 2014