Persaingan antar Bank di Indonesia saat ini sangat kompetitif, produk perbankanyang menarik tidak cukup untuk memenangkan persaingan, dibutuhkan layananyang dapat memuaskan nasabah. Bank Papua memiliki visi kedepan menjadi bankkomersial yang bertaraf nasional, untuk itu Bank Papua perlu untuk meningkatkanlayanannya secara berkesinambungan. Lean Sigma dengan metodologi DMAICtelah terbukti menjadi pendekatan yang menghasilkan perbaikanberkesinambungan di berbagai perusahaan besar di dunia. Critical to Qualityuntuk front office Bank Papua antara lain: informasi dari petugas, sikap daripetugas, kemampuan petugas, kecepatan dan ketepatan dalam bekerja,ketersediaan peralatan dan formulir untuk menyelesaikan transaksi, sertakehandalan jaringan komputer. Rata-rata Level Sigma front office Bank Papuaadalah 3.13 dan rata-rata process cycle efficiency adalah 19.28%. Hasil darikombinasi tools FMEA, Pareto Chart,serta Ishikawa Diagram menunjukan bahwapenyebab cacat dan waste di front office Bank Papua antara lain: kurangnyamotivasi kerja dari petugas, rendahnya kemampuan petugas dalam bekerja,kerusakan pada beberapa mesin perbankan, ketidaktersediaan peralatan danformulir untuk menyelesaikan transaksi, serta faktor-faktor eksternal lainnya.Setelah dilakukan perbandingan antara benefit dan effort menggunakan PICKChart maka rancangan perbaikan yang disarankan untuk Bank Papua antara lain:mensosialisasikan penggunaan fasilitas ATM, membuat quick information,mengadakan pelatihan secara berkesinambungan, mengadakan rekreasi secararutin, mempersiapkan perlengkapan kerja sebelum jam buka kas, melakukanperawatan mesin secara berkala, menjalankan promosi jam pasir, memberikancermin yang ditempeli tagline, mencantumkan estimasi waktu tunggu,memberikan product knowlegde.
Copyrights © 2014