Ketersediaan air irigasi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pembangunan pertanian khususnya di lahan sawah. Pada kasus Bali, keberadaan subak-subak masih sangat dibutuhkan oleh pemerintah dalam pencapaian tujuan pembangunan pertanian yaitu ketersediaan pangan khususnya beras selain palawija. Meskipun subak-subak telah memiliki otonomi tersendiri dalam mengelola irigasinya, namun pada level yang lebih luas yaitu di tingkat sungai (DAS Sungai Saba) memerlukan adanya pengelolaan yang bersifat partisipatif guna menghindarkan konflik-konflik pemanfaat air irigasi.Guna mencapai tujuan dari pengelolaan irigasi di DAS Tukad Saba yaitu di Aliran Tukad Saba, maka diperlukan adanya partisipasi subak-subak sebagai pengelola bersama-sama dengan pemerintah. Partisipasi subak-subak tersebut diwujudkan dalam suatu lembaga yang mengelola air pada aliran Tukad Saba secara tersendiri dalam rangka pengelolaan aliran sungai secara terpadu (one river one management) melalui pembentukan Subak-agung Tukad Saba. Selain itu, partisipasi subak-subak (subak-agung) dalam komisi irigasi menjadi sangat penting untuk berkontribusi dalam memberikan pandangan-pandangan tentang pengelolaan irigasi dan pertanian termasuk operasi dan pemeliharaan jaringan irigasinya.Kata Kunci: Irigasi, pertanian, manajemen, partisipasi, subak-agung
Copyrights © 2015