Penelitian ini berangkat dari latar belakang perlunya pembaharuan dalam penigkatan kreativitas mengajar guru dalam pengelolaan proses pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi di SMP sebagai respons semakin melemahnya kualitas belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 15 Tasikmalaya dengan tiga siklus . Pada siklus pertama sebagian siswa belum terbiasa dengan kondisi belajar metode kerja kelompok sehingga dilakukan tindakan dengan memberi penjelasan kepada siswa tentang langkah-langkah metode kerja kelompok. Di pihak lain guru sebagai kolaborator dalam PTK ini belum maksimal dalam mengimplementasikan pembelajaran dengan metode kerja kelompok. Dalam siklus ke dua guru (kolaborator) dan siswa sudah memahami implementasi pembelajaran metode kerja kelompok dan menunjukan hasil yang cukup memuaskan.Hal ini dapat di lihat dari hasil observasi terhadap guru (kolaborator) dan siswa mulai terbiasa menciptakan suasana pembelajaran yang mengarah kepada metode kerja kelompok dari hasil observasi aktivitas guru dalam pembelajaran meningkat dari 52,27% pada siklus kesatu menjadi 81,81% pada siklus kedua dan 91% pada siklus ketiga begitu juga dengan aktivitas siwadari 61,45 pada siklus kesatu menjadi 79,88% pada siklus kedua dan 84,37% pada siklus ketiga. Sementara itu hasil ulangan harian kelompok juga meningkat yaitudari 62 pada siklus kesatu menjadi 78 pada siklus kedua dan 82,50% pada siklus ketiga. Dari hasil pelaksanaan PTK siklus pertama, kedua dan ketiga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode kerja kelompok dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi pada konsep internet dan intranet kelas VIII-E di SMP Negeri 15 Tasikmalaya.
Copyrights © 2019