Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah komoditi hortikultura unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Urin kelinci sebagai pengganti pupukkimia diharapkan dapat memenuhi unsur hara makro dan mikro esensial yang dibutuhkan olehtanaman bawang merah dan penggunaan pupuk kimia dikalangan petani maupun industriperkebunan dapat ditekan. Zat pengatur tumbuh seperti giberelin (GA3) memiliki peran dalampertanian modern yaitu dapat meningkatkan hasil dan kualitas umbi. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui Pengaruh Giberelin dan Urin Kelinci Terhadap Pertumbuhan dan HasilTanaman Bawang Merah Penelitian dilaksanakan di Cirebon - Jawa Barat. Waktu penelitiandilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2017. Metode percobaan yangdigunakan yaitu menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK)pola faktorial, perlakuan terdiri dari dua faktor yang diulang tiga kali. Faktor yang pertamaadalah giberelin yang terdiri dari empat taraf, sedangkan faktor yang kedua adalah urin kelinciyang terdiri dari tiga taraf. Hasil penelitian menunjukan adanya interaksi yang nyata antaragiberelin dan urin kelinci terhadap hasil rata-rata jumlah daun 6 MST, dan bobot umbi kering per petak. Konsentrasi giberelin 50 ppm dengan konsentrasi urin kelinci 175 ml/l yangmenghasilkan rata-rata bobot umbi kering 5,61 kg/petak atau setara dengan 10,19 ton/ha.
Copyrights © 2018