Pertumbuhan tidak terjadi pada sembarang tempat dan tidak muncul bersama-sama. Pertumbuhan muncul pada titik-titik tertentu dengan variabel dan intensitas yang berbeda. Untuk mengkaji hal itu, penelitian ini bertujuan menentukan kawasan dan faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya pusat pertumbuhan dengan mengambil lokasi di Kabupaten Bima. Metode yang dipakai untuk pengumpulan data melalui survey primer dan sekunder. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, Sturgess, Rumus Gravitasi, Konsentrasi, Distribusi Kuosien, dan Asosiasi terhadap pusat pertumbuhan eksisting berdasarkan indikator teori meliputi keterkaitan, skala usaha, aglomerasi dan pengaruh, indikator yang disesuaikan dengan konteks Kabupaten Bima, dan kawasan lain yang berpotensi menjadi Pusat Pertumbuhan dengan indikator keterkaitan, skala usaha, aglomerasi dan pengaruh, indikator yang disesuaikan dengan konteks Kabupaten Bima. Pengembangan Kutub Pertumbuhan menggunakan aksesibilitas, penduduk dan fasilitas. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pusat pertumbuhan eksisting tidak ada yang memenuhi indikator teori, pusat pertumbuhan yang sesuai dengan konteks Kabupaten Bima adalah Tente, Tawali, dan Rato. Pusat pertumbuhan yang berpotensi berdasarkan parameter lokal adalah Kore, Maria, O’o, dan Sumi.Kata kunci: Faktor, Pusat pertumbuhan
Copyrights © 2011