Beberapa dekade ini, teologi menjadi kajian yang kurangdiminati. Padahal teologi menjadi basis segala haltentang cara pandang dan sepak terjang manusia.Membaca kembali dan merekontruksi pemahaman teologikeberagamaan mernjadi sangat penting. Kehidupanberagama tidak lepas dari dua hal perumusan iman danpengalaman iman. Dalam pengalaman agama seringkalikedua hal ini dipisahkan tetapi Islam tidak pernahmemisahkan antara keduanya. Pemahaman surat alKafirun ini diharapkan akan mengantarkan konfrontasipandangan ini. Iman adalah sesuatu yang dibenarkan,dikatakan dan diamalkan. Rumusan ini akan tidak samaantara agama satu dengan yang lain, sisi sensitif inilahyang kemudian harus dijembatani untuk tidak berdampaknegatif dalam kehidupan keberagaman.Hal ini sesuai dengan semangat Qs. Al Kafirun : 6?bagimu agamamu; bagiku agamaku".
Copyrights © 2014