Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kurikulum 2013 dan peran bimbingan karir dalam mengembangkan kecakapan hidup siswa berkebutuhan khusus ; bentuk perkembangan kecakapan hidup siswa berkebutuhan khusus. Sampel yang digunakan pada penelitian berjumlah 4 orang yang memiliki keterbatasan pendengaran atau tuna rungu di SLB Manunggal Kabupaten Tegal. Pada prinsipnya bimbingan karir bagi anak berkebutuhan khusus adalah sama dengan bimbingan karir siswa di sekolah regular, tapi ada sedikit perbedaan pada tahap pelaksanaannya. Seperti kita tahu bahwa anak berkebetuhan khusus memiliki berbagai kekurangan dalam berkomunikasi. Bimbingan karir bertujuan memberikan pengetahuan kepada anak berkebutuhan khusus tentang jenjang karir atau dunia kerja apabila telah menempuh jenjang pendidikan. Ada beberapa tahapan dalam bimbingan karir : Tahap 1 Memperoleh Pemahaman Diri, Tahap 2: Memperoleh Pengetahuan tentang Dunia Kerja, Tahap 3: Mengintegrasikan Informasi Tentang Diri dan Dunia Kerja. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, sekolah telah melaksanakan kurikulum 2013 dan bimbingan karir berupa pelatihan-pelatihan namun kurang optimal pada pelaksanaannya. Setelah dilakukan bimbingan karir terhadap siswa, siswa termotivasi untuk meneruskan jenjang karir yang lebih baik, salah satunya dengan meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi, adapula yang ingin menjadi wirausaha dengan bertani.
Copyrights © 2016