Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana peran ajaran Prema dan Ahimsa dalam meningkatkan keharmonisan komunitas Bali di Buton, dan untuk mengetahui bagaimana komunitas Bali menerapkan ajaran Prema dan Ahimsa melalui bentuk-bentuk interaksi sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kehadiran komunitas Bali yang hidup dan menetap di tengah–tengah masyarakat Buton dan mampu membangun komunitas adat istiadat Bali tanpa membuat masyarakat Buton terganggu atau terusik merupakan suatu kehidupan yang tercipta dengan baik dan harmonis. Konteks ajaran Prema dan Ahimsa terwujud dalam perbutan atau aktivitas komunitas Bali yang sangat mengutamakan cinta kasih, baik sesama manusia, tumbuhan maupun hewan. Dalam hal ini, wujud dari ajaran Prema dan Ahimsa dapat dilihat ketika berinteraksi dan memasarkan dagangan yang dijual oleh komunitas Bali kepada masyarakat Buton dalam kondisi yang baik (tidak menipu dan tidak membohongi). Bentuk aktivitas ini disenangi oleh masyarakat Buton sehingga memudahkan mereka untuk saling bekerjasama dan saling mempercayai
Copyrights © 2016