Meningkatnya jumlah kendaraan bermoror menyebabkan mobilitas masyarakaidalam melabanakan pembangunan semakin lancar. Namun penumbuhan jilmlahkendaraan bemotor yang tinggi apabila tidak diikuli dengan peningkatan saranapenunjangnya yailu luas jalan dan menejemen pengaturan yang baikakan mcnyebabbnkemacetan yang pada gilirannya akan meningkatnya pencemaran (polusi) udara olehgas buang.Aktivilas transwnasi I kendaraan bermotor, industri, power phnl, rumahtangga maupun perkantoran menghasilkan polutan yang menyebabkan polusi udara. Diantara sumber palutan yang lainnya kendaraan bermotor mempakan rumber palutanterbesar, pada kata besar 98% polutan udara berasal dari kendaraan bermotor. Gasbuang kdaraan bemalor nlenGndung polutan CO, HC, Ox dan Pb.Dampak polulan CO menyebabkan meningkatnya COHb darah yangmengakibatkan kurangnya oksigen pada darah, sehingga dapat menimbulkan kematian.Polutan HC menyebabkan irilasi pada mukosa sehingga mala pedih, lemas, pusingbahkan kemalian bila konsentrasinya mencapai 20.000 ppm, dan pada tumbuhan dapalmenghambal penumbuhan, wama daun dan kemalian bagian bunga. Polutan NOx yangberbahava adalah NO dan NOZ pada manusia palutan ini dapat menyebabkangangguai pernapasan sampai kemilian, sedangkan pada tnmbulh menyebabkankerusakan pada daun. Sedangkan polutan Pb aka" mencemari tanaman, bila hasilnyadikonsumsi manusia aka" menyebakan keracunan Pb, pada lahap lanjut keracunan inimenyebabkan kankerotak dan Lkit kcpala akut.Upaya mengendalikan dan mengalasi dampak gas buang kendaraan bemolormenjadi tanggung jawab benama, khususnya pemakai, pemerintah dan para ahliotomolif. Pendekatan yang digunakan dapat bempa pendekalan teknis, planotologi,adminislrasi, hukum dan edukatif.
Copyrights © 1997