Telah menjadi tradisi di kelas-kelas kita bahwa para guru kita dalammerancang proses pembelajaran belum mampu menciptakan kondi:;ibelajar yang memungk:nkan potensi peserta didik berkembang secaraoptimal. Proses pembelajaran hanya meP.gembangkan belahan, otakkiri yang cenderung berpikir konvergen, dan jarang sekali menyentuhwilayah belahan otak kanan yang cenderung berpikir divergen. Prosespembelajaran mestinya dirancang agar peserta didik mampu berpikiralt~rnatif. Pendekatan pembela.iaran yang digunakan tidak hanyabehavioristik, tetapi pendekatan konstruktivistik juga diperlukan agarpeserta didik terangsang untuk terus belajar (belajar aktif, belajarmenemukan, belajar memecahkan masalah, belajar menyelidiki, danbelajar menghayati). Jika pembelajaran mampu menyeimbangkanperkembangan cara berpikir divergen dan konvergen maka prosesberpikir tingkat tinggi dapat terwlljud, sehingga dengan kemampuanberpikir tingkat tinggi maka persoalan bangsa dapat diatasi dari sisikebermaknaan dan kebenaran substansial
Copyrights © 2006