Ujian Nasional (UN) mata pelajaran bahasa Inggris pada jenjang SMA memunculkan polemik terkait distorsi autentisitas penilaian. UN bahasa Inggris yang hanya mengukur keterampilan mendengarkan dan membaca melalui seperangkat instrumen tes berbentuk pilihan ganda tidak mendukung eksistensi autentisitas penilaian. Melalui kajian mendalam terhadap literatur dan dokumen yang tersedia serta pengamatan lapangan, sebuah produk inovatif berupa sistem penilaian bertajuk English Language Assessment System in Indonesia (ELASI) digagas oleh penulis sebagai langkah korektif yang menawarkan solusi untuk mendukung pelaksanaan penilaian bahasa Inggris yang mengedepankan autentisitas. Gagasan ilmiah ELASI berorientasi pada pemenuhan autentisitas penilaian dari aspek relevansi karakteristik tes dengan kondisi nyata kehidupan sehari-hari dan implementasi kemampuan berpikir aras tinggi.
Copyrights © 2019