Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut untuk menghasilkan outcome yang kompeten. Selain itu lulusan SMK diharapkan juga mempunyai jiwa wirausaha. Jiwa wirausaha tidak bisa dibentuk dengan sekedar ilmu Kewirausahaan. Model pembelajaran Tefapreneur adalah suatu model pembelajaran ber-setting factory dan memfasilitasi terbangunnya jiwa wirausaha siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (pra) yang bertujuan untuk membuktikan peran model pembelajaran Tefapreneur untuk membangun minat dan keberanian berwirausaha. Terjadi peningkatan profil wirausaha dengan kategori “luar biasa†sebesar 35,7%. Keterampilan yang dapat dilatihkan melalui model pembelajaran Tefapreneur adalah keterampilan kinerja (vocational skill) dan keterampilan berkomunikasi (soft skill). Kompetensi yang dapat dilatihkan adalah mengelola orang lain, memuaskan pelanggan, dan keuangan. Karakter wirausaha yang dapat dibangun adalah mempunyai visi dan tujuan yang jelas, bersedia mengambil risiko, berencana dan terorganisir, berkomunikasi dengan pelanggan, dan mengembangkan hubungan baik dengan pelanggan.
Copyrights © 2018