Salah satu upaya konselor dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa adalah melalui penerapan model problem based learning dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan rancangan single subject design (SSD) model A-B-A’. Subjek penelitian ini adalah 8 siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Banyuwangi. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis pada aspek mengidentifikasi masalah ada 3 subyek yang mengalami peningkatan pada fase treatment dari rendah menjadi tinggi dan 5 subyek lainnya dari rendah menjadi sedang. Ketiga aspek kemampuan lainnya yaitu aspek kemampuan menganalisis masalah, aspek kemampuan mengevaluasi dan aspek kemampuan pengambilan keputusan menunjukkan peningkatan pada fase treatment dari rendah menjadi sedang. Hasil pengukuran skor total berpikir kritis menunjukkan peningkatan persentase rata-rata 18,6% dengan kecenderungan meningkat stabil. Hal ini berarti bahwa model problem based learning dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2015