Mudik merupakan kegiatan tahunan masyarakat di Indonesia yang dilakukan secara serentak dan dalam waktu yang singkat. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya baik fisik atau non fisik untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari aktivitas mudik. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan memberikan informasi terkait kondisi rute mudik. Studi preferensi perubahan rute mudik setelah memperoleh informasi diperlukan untuk antisipasi dampak dari perbedaan keputusan tersebut. Metode yang digunakan dalam studi yaitu analisis dekriptif kuantitatif dan kualitatif serta menggunakan analisis statistik inferensia non parametrik dengan uji McNemar dan uji ChiSquare K sampel bebas untuk mengetahui adanya tidaknya perbedaan keputusan setelah pemberian informasi dan perbedaan preferensi perubahan rute berdasarkan faktornya. Hasil studi menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan keputusan rute yang sama untuk pemudik yang rutin mudik dengan kendaraan pribadi yaitu rute paling cepat, dan tidak ada pilihan rute lain. Hasil analisis menunjukan bahwa untuk kedua faktor tersebut terdapat preferensi pemudik dengan persentase rata-rata untuk mengubah rute sebesar 68,5%, ragu-ragu sebesar 15%, dan tidak mengubah rute sebesar 16,5%. Studi ini juga menunjukan terdapat perbedaan keputusan setelah pemberian informasi, dan tidak ada perbedaan preferensi perubahan rute berdasarkan faktornya.
Copyrights © 2020