Tujuan dilakukannya kajian ini adalah untuk menginventarisir dan memetakan wilayah-wilayah pusat sapipotong dan lumbung pakan, terutama pakan hijauan dan sumber konsentrat. Ruang lingkup kegiatan ini meliputi wilayah Provinsi Jawa Barat. Hasil analisis LQ menunjukkan wilayah kabupaten/kota yang berpotensi sebagai lokasi budidaya dan lumbung pakan ternak sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) sekitar 50% wilayah Jawa Barat berpotensi sebagai wilayah untuk lokasi budidaya/pengembangan ternak sapi potong (14 wilayah kabupaten, diantaranya: kerisidenan Bogor, dan Priangan Timur); 2) sebagian besar wilayah Jawa Barat berpotensi untuk lokasi lumbung pakan ternak sapi potong ( 17 wilayah kabupaten: ke-14 wilayah di atas, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Banjar) ; dan 3) Hasil analisis kapasitas tampung ternak sapi potong dan potensi pakan menunjukkan wilayah prioritas 1: wilayah unggulan untuk pengembangan dan lumbung pakan ternak sapi potong, wilayah tersebut adalah ke-17 wilayah yang tersebut pada poin (1); wilayah prioritas 2: wilayah yang bukan unggul untuk pengembangan ternak sapi potong tetapi memilki potensi pakan hijauan, meliputi wilayah tersebut adalah Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Banjar; dan wilayah prioritas 3: wilayah yang tidak memiliki keunggulan baik untuk pengembangan/budidaya ternak sapi potong maupun untuk lumbung pakan, wilayah tersebut yakni seluruh kota di Jawa Barat: Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, dan Kota Tasikmalaya. Kata kunci: pemetaan, wilayah, potensi, lumbung pakan, sapi potong
Copyrights © 2012