Sosiohumaniora
Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009

“AJO SIDI PEMBUAL” ‘IDENTITAS DIRI’ ATAU ‘MESIN PEMBEDAAN’ KEMINANGAN: ANALISIS KAJIAN BUDAYA

Sulastri - (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Nov 2009

Abstract

Matrilineal di Minangkabau memiliki keunikan sendiri. Jadi bila menganalisis watak identitas keminangan yang merupakan implikasi dari budaya mereka tergambar dalam wacana-wacana sastra. Salah satunya dapat dilihat dari aspek bahasa dalam idiom gadang ota. Kerumitan idiom gadang ota adalah sistem sosial yang tidak dapat dijelaskan dengan mudah dalam tataran bahasa, tataran budaya dan tataran prosa dalam konsep keminangan. Gadang ota menentukan kombinasi luar biasa dari berfikir dan sikap dari cerminan budaya yang dapat dilihat pada kehidupan seseorang. Tampaknya bahwa idiom itu disekat oleh kekuasaan dan kekuasaan itu dicampuri dengan kepiawaan dengan kepiawaan dalam menyusun kalimat yang kuat dengan idealisme. Dapatkah Gadang ota diketahui sebagai sesuatu yang termasuk dalam tindakan politik, mental dan cara berfikir, taktik dan strategi minang? Bolehkah pemeran Ajo Sidi gadang ota ditempatkan sebagai contoh identitas dari keseluruhan Minang? Studi kasus tentang pemeran Ajo Sidi dalam cerita pendek Robohnya Surau Kami diharapkan dapat memberikan pencerahan dan jawaban tentang mesin pembedaan tentang watak minang sendiri.

Copyrights © 2009






Journal Info

Abbrev

sosiohumaniora

Publisher

Subject

Arts Humanities Economics, Econometrics & Finance Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan ...