Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa

Gambaran Anemia pada Pemeriksaan darah tepi Penderita Penyakit Ginjal Kronik dengan Terapi Hemodialisis di RSU Santo Antonius Pontianak

., Ullya Aisyafitri (Unknown)



Article Info

Publish Date
14 May 2019

Abstract

Latar Belakang. Anemia merupakan komplikasi yang sering terjadi pada penderita penyakit ginjal kronik (PGK). Anemia juga dapat menjadi prediktor risiko terjadinya kejadian kardiovaskular dan prognosis dari penyakit ginjal itu sendiri. Penyebab terpenting terjadinya anemia pada pasien PGK adalah menurunnya produksi eritropoietin. Metode. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel penelitian adalah semua populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta menggunakan consecutive sampling pada pasien dengan terapi hemodialisis Hasil.  Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien PGK dengan anemia terbanyak dialami oleh pasien laki-laki yaitu 54,35%, dan untuk usia terbanyak dialami pada rentang usia 45-64 (56,52%). Stadium PGK terbanyak yaitu stadium 5 (91,30%). Anemia derajat sedang merupakan jenis anemia pada PGK berdasarkan derajat keparahan yang paling banyak dialami pasien (71,74%) dan semua anemia derajat berat terdapat di stadium 5. Jenis anemia berdasarkan morfologi yang paling banyak ditemukan pada pasien PGK adalah normokrom normositik (91,31%). Kesimpulan. Proporsi gambaran anemia berdasarkan pemeriksaan darah tepi pada penderita PGK di RSU Santo Antonius Pontianak didapatkan anemia normokromik normositer, hipokromik mikrositer,dan makrositer secara berturut-turut yaitu anemia normokromik normositer 91,31%, hipokromik mikrositer 4,35% dan makrositer 2,17%. 

Copyrights © 2018