Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Vol 2, No 4 (2016): Jurnal Cerebellum

UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA IN VITRO

., Eko Prestiyana Megawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
12 Jul 2017

Abstract

Latar Belakang: Candida albicans dapat menyebabkan ruam, perleche, vulvovaginitis, kandidiasis kutis bahkan kandidiasis sistemik. Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) adalah salah satu obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat untuk mengobati diare, disentri, perdarahan, antiseptik dan abses serta kudis. Penelitian menunjukkan bahwa fungi endofit daun dan batang karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) memiliki aktivitas antifungi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi ekstrak etanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Metodologi: Skrining fitokimia menggunakan metode uji tabung. Uji aktivitas antifungi menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer dengan konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Kontrol positif yang digunakan adalah Ketokonazol 15 µg/disk sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah DMSO 10%. Hasil: Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk yaitu fenol, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Ekstrak etanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk tidak membentuk zona hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans. Kesimpulan: Ekstrak etanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk tidak memiliki aktivitas antifungi terhadap pertumbuhan Candida albicans.

Copyrights © 2016