Latar Belakang: Asma adalah penyakit inflamasi kronik saluran napas yangtujuan utama pengobatannya yaitu mencapai keadaan asma terkontrol.Inflamasi yang persisten pada saluran napas dapat menyebabkan perubahanstruktural yang dikenal sebagai airway remodeling. Pemeriksaan spirometridirekomendasikan sebagai bagian dari diagnosis dan evaluasi pasien asma,yang juga mampu menilai derajat obstruksi dan respon pengobatan.Obstruksi jalan napas diketahui dari nilai VEP1dan rasio VEP1/KVP. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kontrol asmadengan nilai VEP1/ VEP1% prediksi dan rasio VEP1/KVP % prediksi padapasien asma bronkial. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi analitikobservasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan datadilakukan tanggal 25 September-08 November 2013. Sampel berjumlah 55pasien yang dipilih dengan cara non-probability sampling dengan pendekatanconsecutive sampling. Data dianalisis dengan uji Chi-Square menggunakanSPSS 20. Hasil: Dari 55 pasien, jenis kelamin terbanyak adalah wanita(52,7%); rentang usia terbanyak adalah 39-46 tahun (21%) dan 47-54 tahun(21%); pekerjaan terbanyak adalah PNS (38,2%); kelompok IMT terbanyakadalah IMT preobese (43,6%); dan tingkat kontrol asma terbanyak adalahtidak terkontrol (61,8%). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kontrolasma dengan nilai VEP1/VEP1(%) prediksi dengan nilai p<0,05 (p=0,000)dan juga terdapat hubungan bermakna antara tingkat kontrol asma dan rasioVEP1/KVP (%) prediksi dengan nilai p<0,05 (p=0,000). Kesimpulan:Semakin buruk tingkat kontrol asma yang dimiliki oleh pasien asma bronkial,maka nilai VEP1/VEP1(%) prediksi dan rasio VEP1/KVP (%) prediksi pasientersebut akan semakin rendah, dan begitu juga sebaliknya.Kata kunci: tingkat kontrol asma, nilai VEP1, rasio VEP1/KVP
Copyrights © 2015