Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014

ANGKA KONVERSI SPUTUM BASIL TAHAN ASAM PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN DIABETES MELITUS DI UNIT PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2009 - 2013

., Cornelius Lutiono (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Jul 2014

Abstract

Latar belakang: Beberapa studi menyatakan bahwa pasien tuberkulosisdengan diabetes cenderung mendapatkan hasil negatif dalam terapi,salah satunya adalah terlambat konversi sputum basil tahan asam.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan angka konversi sputum padapasien yang berobat di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru ProvinsiKalimantan Barat. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang.Data diambil dari rekam medis pasien tuberkulosis dengan diabetes yangberobat di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru Provinsi Kalimantan Baratperiode 1 Januari 2009 – 31 Desember 2013. Hasil: Sebanyak 9 pasien(42,86%) yang mengalami konversi pada akhir pengobatan intensif.Sebagian besar pasien berusia 50-59 tahun (42,86%), berjenis kelaminlaki-laki (80,95%) dan Basil Tahan Asam (BTA) 1+ dan 2+ (42,9%).Pasien berusia tua, berjenis kelamin laki-laki dan tingkat kepositifansputum BTA yang tinggi cenderung mengalami terlambat konversi padaakhir pengobatan intensif. Sebanyak 13 pasien (61,9%) mengalamikonversi pada akhir pengobatan lanjutan dan dinyatakan sembuh.Kesimpulan: Hasil yang didapat menunjukkan bahwa angka konversipasien tuberkulosis dengan diabetes cenderung terlambat sehingga dapatmeningkatkan risiko penularan tuberkulosis.Kata kunci: tuberkulosis, diabetes, angka konversi

Copyrights © 2014