Latar Belakang. TB paru masih menjadi masalah kesehatan yang utama, baik di dunia maupun di Indonesia. Indonesia menempati urutan ketiga di dunia setelah India dan China dalam hal jumlah penderita TB paru sekitar 583 ribu orang, dan diperkirakan sekitar 140 ribu orang meninggal dunia tiap tahun akibat TB paru. Tingginya angka kasus tersebut maka diperlukan pemetaan sebaran kasus menggunakan Geographic Information System (GIS). Metode.  Penelitian ini bersifat studi deksriptif kuantitatif cross sectional menggunakan pendekatan Geographic Information System (GIS). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran spasial di tahun 2015-2017 terjadi penurunan rata-rata kelembaban udara yang diikuti dengan penurunan jumlah kasus baru TB paru, gambaran spasial TB paru berdasarkan suhu udara menunjukkan bahwa jumlah kasus baru menurun yang diikuti dengan peningkatan rata-rata suhu udara, gambaran spasial TB paru berdasarkan curah hujan menunjukkan bahwa jumlah kasus baru menurun yang diikuti dengan peningkatan rata-rata curah hujan, sedangkan Desa Rasau Jaya 1 merupakan daerah dengan jumlah rumah yang belum memenuhi syarat terbanyak diikuti dengan insidensi TB paru terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Rasau Jaya. Kesimpulan. Kelembaban udara, suhu udara, curah hujan, dan jumlah rumah sehat berpengaruh terhadap jumlah kasus TB paru di wilayah kerja Puskesmas Rasau Jaya.
Copyrights © 2019