E-Jurnal Gloria Yuris Prodi Ilmu Hukum (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura
Vol 4, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA S1 FAKULTAS HUKUM UNTAN

PENGAJUAN DISPENSASI KAWIN OLEH ORANG TUA PASANGAN USIA MUDA DESA NANGA EMPANGAU KECAMATAN BUNUT HILIR KE PENGADILAN AGAMA PUTUSSIBAU

- A01112030, TRISNAWATI (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Mar 2016

Abstract

Seiring  dengan  kompleksnya  masalah  sosial  serta  tidak  seimbangnya pemikiran  masyarakat,  maka  berdampak  pada  munculnya  berbagai permasalahan  hukum  ditengah-tengah  masyarakat.  Hal  tersebut  dikarenakan kurangnya kesadaran hukum yang tumbuh dalam diri masyarakat, sehingga hal-hal  tersebut  marak  terjadi  di  tengah-tengah  kehidupan.  Salah  satunya  yaitu perkawinan usia muda yang marak terjadi di masyarakat baik daerah pedesaan maupun  perkotaan.  Faktor-faktor  yang  menyebabkan  terjadinya  hal  ini  yaitu kurangnya perhatian orang tua, faktor ekonomi, putus sekolah, dan lain-lain. Dalam  Undang-undang  Nomor  1  Tahun  1974  Pasal  7  ayat  (2) menyatakan perkawinan di usia muda bisa dilangsungkan apabila orang tua dari pasangan  usia  muda  tersebut  meminta  dispensasi  kawin  kepada  Pengadilan Agama.  Dispensasi  kawin  yaitu  izin  pembebasan  dari  suatu  kewajiban  atau larangan.  Jadi  dispensasi  merupakan  kelonggaran  terhadap  sesuatu  yang sebenarnya  tidak  diperbolehkan  menjadi  diperbolehkan  untuk  dilakukan  atau dilaksanakan. Rumusan  Masalah  :  Apakah  Orang  Tua  Pasangan  Usia  Muda  Desa Nanga Empangau Kecamatan Bunut Hilir Telah Mengajukan Dispensasi Kawin Ke Pengadilan Agama Putussibau? Hipotesis  :  Bahwa  Orang  Tua  Pasangan  Usia  Muda  Desa  Nanga Empangau  Kecamatan  Bunut  Hilir  Tidak  Mengajukan  Dispensasi  Kawin  Ke Pengadilan Agama Putussibau. Faktor-faktor yang menyebabkan tidak diajukannya Dispensasi Kawin oleh orang tua pasangan usia muda ini yaitu karena tidak mengetahui mengenai dispensasi kawin serta prosedur pengajuannya, jarak yang jauh dan biaya mahal, serta kurangnya kepedulian akan hal tersebut. Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  adalah  Metode  Empiris dengan  melakukan  penelitian  kepustakaan  (library  research)  berupa  pencarian literatur-literatur,  tulisan-tulisan,  pendapat-pendapat  para  sarjana,  dokumen-dokumen, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada hubungannya dengan masalah penelitian ini dan penelitian lapangan (field research) dilakukan dengan cara turun kelapangan untuk mendapatkan dan mengumpulkan data serta mengamati permasalahan dalam penelitian ini. Saran  :  sebaiknya  pihak  orang  tua  lebih  mengutamakan  pendidikan untuk  anak-anaknya,  dan  pihak  yang  berkompeten  memberikan  sanksi  yang tegas  kepada  masyarakat  desa  terutama  orang  tua  pasangan  usia  muda  yang melakukan kecurangan seperti memalsukan umur saat ingin mengawinkan anak-anaknya, serta mengajukan dispensasi kawin agar adanya perlindungan hukum bagi perkawinan anak-anaknya. Keywords : Dispensasi Kawin, Orang Tua, Pasangan Usia Muda.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jmfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Berisi Jurnal-Jurnal Mahasiswa S1 Prodi Ilmu Hukum UNTAN (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...