E-Jurnal Gloria Yuris Prodi Ilmu Hukum (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura
Vol 1, No 3 (2013): JURNAL MAHASISWA S1 FAKULTAS HUKUM UNTAN

FUNGSI OTOPSI TERHADAP PENEMUAN MAYAT SEBAGAI ILMU BANTU DALAM MENGUNGKAPKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN DI KABUPATEN SANGGAU

- A01107006, EDDY MARGANDA SIMAMORA (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Sep 2014

Abstract

Otopsi terhadap penemuan mayat yang mati secara tidak wajar merupakan suatu hal yang sangat penting guna mengungkapkan sebab - akibat kematian korban yang diduga akibat dari suatu tindak pidana pembunuhan. Dalam kurun waktu dari tahun 2007 sampai dengan 2011 terdapat 49 kasus penemuan mayat yang kematiannya secara tidak wajar. Namun kurang lebih hanya 7 kali dilakukannya pengotopsian huna mengetahui sebab - sebab kematiannya.  Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain kurangnya dukungan dari masyarakat khususnya pihak keluarga korban. Begitu juga faktor kurangnya fasilitas serta tenaga ahli dalam menyikapi kasus ini.   Pelaksanaan otopsi terhadap mayat terlaksana efektif bila adanya kesadaran hukum yang tinggi dari masyarakat guna membantu petugas dalam mengungkapkan suatu tindak pidana.Selain itu juga tentunya ketegasan dalam profesionalisme petugas serta didukung sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan otopsi.   Sejauh ini warga masyarakat khususnya keluarga korban masih terikat pada norma adat istiadat mereka, begitu pula pada norma agama yang mereka anut masih terlalu fanatik. Sehingga pemikiran mereka akan otopsi masih terpatok pada hal - hal tersebut diatas membuat mereka kurang memahami arti penting dari otopsi itu sendiri. Begitu pula kurangnya profesionalisme petugas yakni tidak adanya tenaga ahli untuk menangani otopsi, fasilitas yang minim ikut andil pula dalam menghambat pelaksanaan otopsi ini.   Terlepas dari faktor penghambat pelaksanaan otopai tersebut, namun yang jelasnya upaya preventif pemerintahan dalam hal ini pihak yang terkait akan masalah otopsi ini dirasakan belum mampu menyadarkan masyarakat dan meningkatkan profesionalisme petugas serta fasilitas - fasilitas dalam upaya membantu mengungkap kasus kematian yang tidak wajar ini.   Pelaksanaan otopsi atau bedah mayat terhadap penemuan mayat yang mati secara tidak wajar belum berfungsi secara efektif, maka wajar saja pihak kepolisian mengalami kesulitan dalam mengungkapkan suatu tindak pidana pembunuhan terhadap diri korban tersebut.  Keyword : FungsiOtopsi, Ilmu Bantu, Pengungkapan Tindak Pembunuhan Tidak Wajar

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

jmfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Berisi Jurnal-Jurnal Mahasiswa S1 Prodi Ilmu Hukum UNTAN (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...