Kota Sambas merupakan salah satu kota yang banyak memiliki ruang-ruang kota yang pertumbuhannya berawal dari perkembangan kawasan koridor sungai. Hal ini berkaitan dengan awal berdirinya Kerajaan Sambas di Muara Ulakan (pertigaan Sungai Sambas Kecil). Hal ini tentu saja membuat penataan kawasan di sepanjang pertigaan Sungai Sambas Kecil perlu diperhatikan agar potensi-potensi yang ada di sekitar kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi lebih optimal. Berdasarkan hasil analisis survei aspek kondisi sosial ekonomi, dari penilaian terhadap objek dan atraksi wisata, diperoleh bahwa seluruh objek dan atraksi wisata di kawasan ini hampir semuanya sangat potensial untuk dilakukan penataan kawasan waterfront city di Kota Sambas dan dikembangkan sebagai kawasan wisata budaya. Berdasarkan hasil analisis survei aspek kondisi sosial budaya, objek dan atraksi wisata bernilai baik"“sangat baik, dan hanya satu objek yaitu kafe yang bernilai rendah. Arahan penataan kawasan waterfront city di Kota Sambas dilakukan dengan menganalisis tata guna lahan (land use), tata bangunan (building form and massing), sirkulasi dan parkir (circulation and parking), ruang terbuka (open space), jalur pedestrian (pedestrian ways), aktivitas pendukung (activity support), penandaan (signage), dan preservasi (preservation) kawasan. Kata-kata kunci: waterfront city, penataan kawasan
Copyrights © 2014