Pelayanan umum transportasi terutama di wilayah kabupaten erat kaitannya dengan infrastruktur ruas jalan kabupaten yang merupakan salah satu faktor atau indikator kamajuan daerah, terutama daerah yang sedang berkembang. Program peningkatan ruas jalan kabupaten sangat dibutuhkan oleh penduduk disetiap kawasan, terutama ruas jalan kabupaten yang terletak di kecamatan "“ kecamatan guna memudahkan mobilitas mereka yang masuk maupun keluar dari kawasan kecamatan-kecamatan tersebut. Kondisi kerusakan jalan dan luasnya wilayah penanganan jalan menuntut kebijakan dari pengambil keputusan untuk mempertimbangkan ruas-ruas jalan mana saja yang harus mendapat prioritas pertama, kedua, ketiga dan seterusnya, oleh karena itu diperlukan berbagai pertimbangan yang bijaksana dalam menetapkan suatu keputusan prioritas dengan pendekatan pertimbangan yang berdasar. Pendekatan model Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan metode-metode untuk mengembangkan keputusan ke dalam suatu model matematis, yang mencerminkan hubungan yang terjadi diantara beberapa kriteria dan sub kriteria yang berhubungan. Tujuan dari penggunaan metode ini guna mendapatkan urutan prioritas penanganan suatu ruas jalan, khususnya prioritas peningkatan jalan dalam Kota Bengkayang dengan berbagai pertimbangan kriteria dan sub kriteria yang dikembangkan. Analisis dan pembahasannya meliputi beberapa pertimbangan kepentingan seperti terhadap kriteria volume kerusakan jalan, hirarki jalan, pelayanan jalan, akses dan nilai manfaat terhadap tata guna lahan, dan sub kriteria dari masing-masing kriteria tersebut. Hasil pengolahan data melalui model AHP adalah urutan prioritas untuk kegiatan peningkatan ruas jalan yaitu pertama Sungai Betung "“ Jirak, kedua Pasukayu "“ Pombay, ketiga Bengkayang "“ Rasau, keempat Baya "“ Nimpa, kelima Teriak "“ Sekaruh, keenam Sanggau Ledo "“ Dawar dan ketujuh Pangkalan Makmur-Capkala. Kata-kata kunci : Kerusakan Jalan, Luasnya Wilayah Penanganan, Metode AHP, Urutan prioritas.
Copyrights © 2014