Tingginya backlog di Indonesia sebesar 11,4 juta hingga 13,5 juta, pemerintah Kota Semarang berupaya untuk mengurangi backlog salah satunya dengan pembangunan perumahan bagi PNS anggota KORPRI. Dengan berjalannya waktu perumahan yang telah dihuni oleh PNS dengan berbagai karakter mengalami banyak perubahan baik bentuk bangunan maupun fungsinya menjadi fungsi lain selain sebagai hunian. Berdasarkan permasalahan tersebut tujuan penelitian adalah mengkaji karakteristik penghuni terhadap perubahan fungsi hunian perumahan KORPRI di Kelurahan Bulusan, Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner ke kepala keluarga sebanyak 56 responden dari 131 rumah tangga. Teknik analisis yaitu deskriptif kuantitatif dan analisis korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan fungsi hunian perumahan KORPRI Bulusan menjadi komersial, kombinasi komersial dan hunian, dan hunian dipengaruhi oleh karakteristik penghuni. Adapun faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah tingkat pendapatan yang rendah, jenis pekerjaan sebagai non PNS, dan tingkat pendidikan yang rendah. Perubahan tersebut juga disebabkan kebutuhan pasar tentang hunian dan kebutuhan mahasiswa karena lokasi Perumahan KORPRI berdekatan dengan Perguruan Tinggi Negeri ternama di Provinsi Jawa Tengah.
Copyrights © 2020