Kehidupan komunitas heterogen cenderung berhubungan dengan masalah social. Salah satudari masalah sosial itu adalah prasangka sosial yang dapat menimbulkan masalah yang lebih kompleksdi kehidupan sosial. Dalam masalah ini, agama dapat menjadi sumber prasangka sosial seperti yang terjadi pada kelompok Jamaah Tabligh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan regresi berganda sebagai teknik analisis dan menggunakan masyarakat Jakarta sebagai responden. Non probability sampling digunakan sebagai teknik sampling. Penelitian ini menyimpulkan bahwa religiusitas dan big five personality memiliki pengaruh signifikan terhadap prasangka
Copyrights © 2013