Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan
Vol 1, No 1 (2018): JKPBK 1 Juni 2018

Pijat Bayi Dan Kenaikan Berat Bayi Berat Lahir Rendah Di Kota Samarinda

Rita Puspa Sari (Prodi D3 Kperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman)



Article Info

Publish Date
07 Apr 2020

Abstract

Latar Belakang: Jumlah Bayi berat lahir rendah dinegara maju terdiri dua pertiga premature dan sisanya bayi cukup umur namun mengalami hambatan pertumbuhan dalam rahim. Sebaliknya dinegara berkembang proporsi bayi cukup umur dengan hambatan pertumbuhan dalam rahim mencapai 83%. Sedangkan di kota Samarinda kelahiran bayi Berat lahir Rendah mencapai 17,1% dan  persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di kota Samarinda pada tahun 2009 sebanyak  69,49 % dan yang ditolong bukan oleh tenaga kesehatan sebanyak 30,51%. Bayi berat lahir rendah terdiri dari bayi premature dan bayi cukup umur yang mengalami hambatan pertumbuhan dalam rahim. Bayi prematur atau bayi yang berat lahirnya kurang dari 2500 gr, jika dipijat tiga kali setiap harinya selama lima belas menit dalam waktu sepuluh hari, mengalami kenaikan berat badan 20%-47% lebih besar daripada yang tidak dipijat. Pada Bayi berat lahir rendah sering terjadi permasalahan dalam status respiratory, mudah terjadi aspirasi gastric, reflex mengisap yang masih lemah dan distensi abdomen. Kenaikan Berat badan sebagai parameter keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi dapat dipengaruhi juga oleh keadaan kesehatan (penyakit infeksi), usia kehamilan saat melahirkan, jenis kelamin anak dan usia anak saat diberikan stimulasi.Tujuan: Mengetahui manfaat pijat bayi sebagai salah satu cara dalam meningkatkan  kenaikan berat bayi berat lahir rendah.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasional menggunakan Randomized Controlled Trial (RCT) melalui pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 58  bayi berat lahir rendah yang lahir dengan berat badan antara 1500-2499 gram, Satu kelompok diberi perlakuan pijat bayi oleh ibunya selama 11 hari dan satu kelompok lain tidak diberi perlakuan. Analisa data dilakukan dengan tahapan analisis univariabel yang merupakan distribusi frekuensi karakterisrik responden, bivariabel menggunakan independent t-test, uji x2 (chi-square) dan RR serta analsis multivariabel dengan menggunakan regresi linier.Hasil: Pada Analisis regresi linier yang dilakukan terdapat hubungan  antara pijat bayi dan pemenuhan nutrisi (ASI eksklusif) terhadap kenaikan berat bayi berat lahir rendah (koefisien=22,67; p-value=0,004; 95%CI=7,68-37,65) dan memberikan kontribusi sebesar 25% untuk kenaikan berat bayi berat lahir rendah.Kesimpulan: Kenaikan berat bayi berat lahir rendah yang diberi perlakuan pijat lebih besar dibandingkan bayi yang tidak dilakukan pijat. Pemenuhan nutrisi (Asi eksklusif), keadaan kesehatan (tidak sakit), usia kehamilan <37 minggu dan usia bayi mampu mempercepat kenaikan berat bayi berat lahir rendah.  Kata Kunci: Pijat Bayi, Kenaikan Berat Badan dan Bayi Berat Lahir Rendah. 

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

JKPBK

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

The aim of JKPBK is to promote excellence in health siences and practice through the dissemination of the latest, evidence-based, peer-reviewed clinical information and original research. This journal covers a wide range and consider articles of health sciences on all aspects on nursing area, public ...