Baja 0,16% C setelah di las busur listrik elektroda terbungkus dan dilanjutkan proses variasi media pendinginan terjadi perbedaan sifat kekerasan dan struktur mikro pada daerah lasan terdiri atas: logam induk, daerah pengaruh panas dan logam lasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui, membandingkan, menganalisa pengaruh variasi media pendinginan terhadap sifat kekerasan, struktur mikro daerah lasan, sifat mampu las baja 0,16% C, dan mengetahui, menganalisa komposisi kimia logam induk dan elektroda sebagai logam pengisi. Manfaat penelitian untuk memperoleh sifat kekerasan yang paling optimum sehingga dapat diaplikasikan untuk konstruksi sambungan las pada rangka bangunan dan rangka kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan sifat kekerasan daerah lasan yang paling tinggi pada pendinginan oli SAE 90, air dan terendah pada pendinginan udara. Struktur mikro daerah lasan terbentuk fasa ferit () dan perlit ( + Fe3C) pada pendinginan udara. Struktur mikro daerah lasan dengan pendinginan oli SAE 90, air tidak terbentuk struktur martensit melainkan terbentuk fasa , Fe3C. Kesimpulan penelitian sifat kekerasan daerah lasan secara umum semakin meningkat, besar butir semakin halus, kecuali logam induk tidak mengalami perubahan sifat kekerasan dan struktur mikro serta besar butir.
Copyrights © 2014