Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam
Vol 5, No 1 (2020): Mei

Konsep Pandangan Islam yang Menjawab Keraguan Non-Muslim dalam Novel Isabella karya Maulana Muhammad Saeed Dehlvi.

Meddyan Heriadi (IAIN Bengkulu)



Article Info

Publish Date
03 Jun 2020

Abstract

Karya sastra sebenarnya berpengaruh pada moral umat. Dengan sastra manusia belajar melihat, merenung, dan mengungkapkan sisi kebaikan dan keburukan secara tak langsung. Dengan kata lain, kita belajar moral tanpa harus belajar materi moral. Lihat saja dalam sebuah novel atau cerpen. Karya prosa fiksi seperti ini  pasti mengandung pesan atau hikmah yang akan dilalui oleh tokoh. Melalui hikmah ini kita sebenarnya telah belajar moral. Kita dapat menarik pesan dalam sebuah kejadian. Bukankah kisah para nabi dan rasul adalah berbentuk cerita. Bedanya dengan fiksi adalah kisah nabi adalah nyata sedangkan fiksi adalah imajinasi.  Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Konsep Pandangan Islam yang Menjawab Keraguan Non-Muslim dalam Novel Isabella karya Maulana Muhammad Saeed Dehlvi? Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengungkapkan niali-nilai ekstrinsik khususnya nilai moral dan agama pada Novel Isabella ini. Dalam kajian ini peneliti menggunakan metode kualitatif.  Dalam hal ini peneliti berupaya  mengobservasi pesan dan pengetahuan yang digali dalam novel Issabela karya Maulana Muhammad Saeed Dehlvi dengan analisis ekstrinsik. Analisis ini khususnya menggali nilai moral dan nilai agama pada karya ini. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: a). Esensi dalam islam adalah Tauhid, yaitu mengesakan Tuhan. Untuk bagian cinta dalam islam, hal ini tidak diabaikan. Namun, menganggungkan cinta hendaknya memiliki sebuah parameter atau dengan kata lain bukti. Bukti cinta kepada Tuhan telah terjawab melalui konsep taqwa dalam Islam yaitu menjalankan segalah perintahnya dan menjauhi segalah larangannya. b). Islam begitu mengkritisi konsep abb (Bapak) dalam agama lain. Islam sendiri menawarkan konsep Rabb (Sang pemelihara) yang jauh lebih baik. Di mana sang pemelihara memiliki kekuatan yang tak terhingga, sementara konsep abb hanya sebatas ayah dan anak. c) Novel ini juga mengkritisi konsep  pengorbanan dalam agama Non-Muslim tersebut. Di mana Tuhan mengorbankan  anaknya yang tak berdosa demi menebus dosa umat manusia. Sementara dalam konsep tauhid tidak mengenal manusia menanggung dosa makhluk lain. d). Dalam agama Non-Muslim  pada novel ini , ia menganggap beberapa nabi adalah makhluk berdosa. Namun, hal ini justru ditentang dalam Islam. Di mana semua nabi utusan Tuhan adalah suci. e). Seorang pemaaf sejati yang memiliki nilai yang tinggi jika dia memaafkan musuh-musuhnya ketika dia memiliki kekuatan dan kesempatan untuk membalas. Hal inilah yang terjadi pada Rasulullah Saw.  Ia memiliki kadar pemaaf yang tinggi. Seperti setelah kemenangannya di Mekah,  ia memaafkan semua musuh-mushnya. Beda halnya dengan tuhan yang ada pada agama Non-Muslim ini di mana ia memaafkan pada posisi kritis. f). Mukjizat Rasulullah sebenarnya dapat dilihat di setiap generasi sampai menjelang kiamat. Mukjizat itu adalah Al-Quran di mana sampai detik ini tantangan dari 1400 tahun yang lalu untuk menandingi kehebatan kualitas sastranya belum seorang pun menandingi.  Selanjutnya mukjizat yang masih ada hingga saat ini adalah prestasi Rasulullah yang mengguncang dunia yang belum satu pun yang dapat menandingi.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

manthiq

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Jurnal ini berfokus pada filsafat dan pemikiran islam. Jurnal ini diterbitkan oleh prodi Filsafat Agama S2 Pascasarjana IAIN Bengkulu. Tujuan dari pendirian jurnal ini adalah untuk menjadi sarana publikasi karya tuis ilmiah khususnya di bidang filsafat dan pemikiran ...