Saat ini untuk memenuhi kebutuhan simplisia tanaman obat diarahkan dari hasil budidaya, sehingga memerlukan bibit yang berkualitas baik dan seragam dalam waktu yang bersamaan Akan dilakukan penelitian upaya pembibitan tanaman sarang semut (Myrmecodia pendans) dengan pemberian IBA dan BAP melalui kultur jaringan. Penelitian ini dilakukan mengingat perlu dikembangkan dan dibudidayakan tanaman sarang semut yang bermutu sebagai bahan baku pembuatan obat. Teknik kultur jaringan memiliki kelebihan karena tidak dipengaruhi oleh iklim dengan waktu produksi relatif cepat, bebas kontaminasi mikroba dan tidak memerlukan lahan yang luas. Penelitian dilakukan dilaboratorium kultur jaringan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu. Penelitian dilakukan dengan menambahkan zat pengatur tumbuh IBA dan BAP masing-masing dengan konsentrasi 0, 2, 4 dan 6 mg/l. Masa inkubasi 2 bulan diperoleh hasil pertumbuhan terbaik diperoleh pada penambahan IBA dan BAP masing â maing 2 mg/l yaitu dengan jumlah daun 2, jumlah akar 2 Â dan panjang akar 4 mm.
Copyrights © 2012