JPSriwijaya
Vol 7, No 1 (2019)

PEMANFAATAN URINE KERBAU MENJADI PUPUK DAN PESTISIDA ORGANIK CAIR DI DESA SEJARO SAKTI KECAMATAN INDRALAYA KABUPATEN OGAN ILIR

Dwi Probowati Sulistiani (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya)



Article Info

Publish Date
02 Apr 2019

Abstract

Kegiatan Pengabdian  kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sejaro Sakti Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengupayakan masyarakat  di   Desa Sejaro Sakti memanfaatkan  urine ternak kerbau  sebagai  salah satu sumber alternatif pupuk organik dan pestisida, sehingga kekurangan pupuk  selama ini dapat diatasi. Bahan yang digunakan adalah urine ternak kerbau dan rempah, EM4, dengan teknologi fermentasi. Karakteristik peserta menunjukkan bahwa  peserta  partisipasi aktif  tidak hanya dalam bentuk kehadiran waktu penyuluhan dan pelatihan, tetapi aktif berkomunikasi atau berdialog mengenai  cara pembuatan pupuk organik yang berasal dari urine kerbau. Peserta  merasa tertarik dengan teknik fermentasi urine ternak kerbau sebagai pupuk organik dan pestisida. Hal demikian dapat dimengerti karena pada saat sekarang harga pupuk yang sangat mahal. Dengan ditemukannya inovasi tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi tanaman sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  minat peternak  Desa Sejaro Sakti  dalam pemanfaatan kotoran ternak kerbau sebagai pupuk organik  dan pestisida  cukup tinggi dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

jpsriwijaya

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Education Energy Engineering Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Neuroscience Public Health

Description

Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini mempublikasikan semua hasil kegiatan pengabdian dosen Universitas Sriwijaya di masyarakat yang dituangkan dalam bentuk jurnal. Pada awalnya Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini terbit 2 kali dalam setahun, namun karena besarnya animo penulis untuk mempublikasikan ...