JPSriwijaya
Vol 6, No 2 (2018)

SOSIALISASI MANAJEMEN DEMENSIA MELALUI PEMANFAATAN BUAH MENGKUDU SEBAGAI ANTIOKSIDATIF

Susilawati . (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya)



Article Info

Publish Date
01 Aug 2018

Abstract

Demensia adalah istilah yang digunakan untuk melukiskan gejala-gejala sekelompok penyakit yang mempengaruhi otak. Demensia mempengaruhi cara berfikir, kelakuan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan biasa sehari-hari. Fungsi otak cukup banyak terpengaruh sehingga menganggu pergaulan dan pekerjaan normal penderita. Buah mengkudu memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat bagi kesehatan, di samping kandungan nutrisinya yang beragam seperti vitamin A, C, niasin, tiamin, riboflavin serta mineral seperti zat besi , kalsium, natrium dan kalium. Sebanyak 160 senyawa fitokimia telah teridentifikasi dari mengkudu. Mikronutrien terbesar yang ditemukan dalam buah mengkudu adalah senyawa fenol, asam organik dan alkaloid. Senyawa golongan fenol yang paling banyak ditemukan dan penting adalah antrakuinon (damnacanthal, morindon dan morindan), acubin, asperulosida dan skopoletin. Golongan asam organik utama adalah asam kaproat dan asam kaprilik sedangkan golongan alkaloid utama adalah xeronine.(Winarti, 2005; Rethinam et al., 2007; Blanco et al., 2010).Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa penyuluhan tentang tanda dan gejala penyakit dementia dan pengaturan intake makanan serta aktivitas yang dapat mencegah terjadinya penyakit dementia bagi setiap masyarakat yang memiliki risiko untuk terjadinya Penyakit dementia dan bagi masyarakat yang menderita dementia. Selain itu juga dilakukan penyuluhan tentang pemanfaatan buah mengkudu menjadi bahan makanan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat mengingat Morinda citrifolia memiliki efek antioksidatif yang dapat meningkatkan fungsi kognitif otak. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Universitas Sriwijaya dalam rangka melaksanakan salah satu tri darma perguruan tinggi.Dari kegiatan yang dilakukan terlihat warga masyarakat yag hadir sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian ini. Hal ini dapat diketahui dengan banyaknya pertanyaan yang muncul setelah penyuluhan diberikan. Pertanyaan tidak hanya terbatas pada penyakit dementia, manfaat mengkudu tapi tentang masalah kesehatan yang lain. Peserta yang hadir juga melakukan konsultasi tentang berbagai penyakit.. Perlu dilakukan kegiatan pengabdian yang berkesinambungan dengan topik-topik penyakit yang berbeda juga pengabdian berupa pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat sehingga selain mendapatkan pengetahuan yang baru juga dapat menikmati langsung pelayanan kesehatan.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

jpsriwijaya

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Computer Science & IT Economics, Econometrics & Finance Education Energy Engineering Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Neuroscience Public Health

Description

Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini mempublikasikan semua hasil kegiatan pengabdian dosen Universitas Sriwijaya di masyarakat yang dituangkan dalam bentuk jurnal. Pada awalnya Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini terbit 2 kali dalam setahun, namun karena besarnya animo penulis untuk mempublikasikan ...