Sejak zaman Patristik, orang percaya bahwa teks-teks Alkitab mengandung makna yang amat kaya. Orang percaya bahwa teks suci mengandung makna literal (makna seperti apa adanya) dan makna-makna rohani yang dapat disimpulkan dari makna literal. Sebagai contoh: yang dimaksud dengan kota Yerusalem dalam Alkitab adalah sebuah kota suci di Palestina (makna literal), tetapi juga Gereja Yesus Kristus (makna Kristologis-ekklesiologis) atau jiwa orang beriman (makna moral/ ropologis) atau surga (makna anagogis). Meskipun orang yakin bahwa makna literal itu penting dan menjadi dasar untuk makna-makna rohani, namun nyatanya para penulis abad pertengahan begitu mudah menekankan makna rohani. Dalam artikel ini kami memberikan contoh-contoh yang kami ambil dari para penulis Karmelit abad pertengahan yang merupakan anak dari zamannya
Copyrights © 2001