Pandangan Yohanes Calvin tentang keesaan gereja tertuang dalam karya utamanya yakni Institutio. Buku Institutio atau Pengajaran Agama Kristen terbit dalam empat edisi, masing-masing edisi 1536, 1539, 1543, dan 1559. Tulisan ini akan memusatkan perhatian khusus pada pandangan Calvin tentang keesaan gereja dalam ketiga edisi terakhir. Maksudnya adalah untuk melihat bagaimana Calvin, secara konsisten, mengembangkan eklesiologinya yang sudah dia letakkan dalam edisi pertama. Ternyata eklesiologinya mengalami perkembangan, perluasan dan pendalaman dari satu edisi ke edisi berikutnya. Pengembangan gagasan eklesiologisnya yang menekankan keesaan gereja itu ditentukan oleh interaksinya dengan konteks yang menantang yakni gereja Katolik Roma dan gerakan Anabaptis radikal. Karena keesaan gereja begitu kuat ditekankannya, maka ia sangat anti perpecahan gereja (schism). Baginya perpecahan gereja adalah perbuatan setan. Karena itu setiap warga gereja bertanggung jawab memelihara kesatuan gereja.
Copyrights © 2011