Filsafat bergulir seiring dengan zaman. Inilah hakikat filsafat, ia mengalir sepanjang aliran sungai peradaban manusia membawanya. Atau, dinamika filsafat mengawal sekaligus mengarahkan dinamisme perkembangan sejarah kehidupan. Dinamika filsafat Kristiani diawali dengan perspektif baru dalam membaca filsafat Aristotelian. Tidak hanya dari Thomas Aquinas kita mewarisi perspektif Kristiani di dunia filsafat, tetapi juga dari Nicholas de Cusa kita memiliki purifikasi terminologi semacam “the single and the individual” atau “the whole”. Zaman kini telah bergulir kepada “global age”. Pertanyaan dasar yang diajukan dalam artikel ini: Apa peranan filsafat Kristiani di dunia global? Penulis dengan melakukan studi panoramik mengajukan beberapa tesis pandangan. Pertama, filsafat Kristiani mesti mewujud dalam sosok-sosok yang mampu menyatukan peradaban. Filsafat Kristiani perlu melampaui perdebatan dari level terminologis kepada upaya-upaya konkret personal eksistensial untuk membangun peradaban baru. Yohanes Paulus II harus disebut sebagai salah satu sosok partisipatif “beyond” terminologi filosofis Kristiani. Ia menghadirkan “sense of unity” dari peradaban zaman ini.
Copyrights © 2009