Filsafat Hegel yang bercirikan dialektika yang berdasarkan identitas merupakan puncak pemikiran filosofis tentang agama/Allah dan akal budi yang sintesanya gagal didapatkan oleh para filsuf pendahulu. Sintesa Hegel ini juga sekaligus mengoreksi beberapa segi filsafat modern waktu itu, yakni antara lain tentang hubungan Subjek dan Objek serta perlunya metafisika dalam filsafat. Namun di mata von Balthasar sintesa Hegel ini juga mengundang pertanyaan seputar hakikat Allah pada dirinya sendiri. Dengan optik empat serangkai perbedaan ontologis Balthasar mengungkapkan kelemahan “teo-logi” Hegel sekaligus menyelamatkan teologi itu sendiri dan praksis fundamental kristen: cinta.
Copyrights © 2007